Nyanyikanlah lagu baru …

24 Januari, 2008 at 3:49 AM (Analogi, Insight, Pijar Optimisme, Reflection, Spiritualitas, Syukur, the secret) (, , , , , )

Photobucket

O sing unto the LORD a new song;
for he hath done marvellous things:
his right hand, and his holy arm,
hath gotten him the victory. – Psalm 98:1

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN,
sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib;
keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya,
oleh lengan-Nya yang kudus. – Mzm 98:1

Hari-hari ini saya memang lagi kesengsem ama yang namanya “burung”. Kata-kata yang terlintas adalah dari judul sebuah buku Burung Berkicau oleh Anthony de Mello, SJ, seorang mistikus Jesuit asal India. Namun saya tidak mau mengulas buku beliau yang meneduhkan hati dan inspiratif itu. Saya hanya tergetar oleh spirit yang (mudah-mudahan) sama dengan buku itu: alam dan hidup sehari-hari memberikan banyak kebijaksanaan hidup!

Masih soal “burung”-ku pengen berkicau, kali ini kicauan mereka menarik saya pada sebuah ayat Mazmur di atas, terus mengajakku untuk mengedit gambar burung dari internet dan menjadi seperti yang terpajang itu. Selain ayat Mazmur itu, sebetulnya juga terngiang-ngiang topik pembicaraan seorang motivator kita Mario Teguh yang pernah saya lihat tayangannya di O-Channel TV, One Song Singer. Saya pun tidak mau mengulas topik beliau yang sip itu, hehehe…  🙂

Cuman, ayat Mazmur dan topik Pak Mario itu telah menghantar saya pada satu kesadaran tentang sesuatu yang “baru”, tentang “penciptaan”, “kreativitas”, dan tentunya tentang Sang Pencipta sendiri. Kalimat dari ayat itu sederhana saja dan sangat jelas maksudnya, jadi saya tidak perlu berkhotbah untuk menjelaskannya. Biarlah kata-kata yang sederhana itu berbicara sendiri dan memberikan energinya yang menyegarkan ke jiwa setiap orang yang membacanya. (Hehehe…lagi-lagi kalau baru lapsus ama The Secret!)

So, that’s it! So, be it!
Be a blessing, as we’ve been blessed from the beginning!
Really, God has supported us with everything in its beauty, power and tenderness.

Kata orang, kalau pengen bisa menyanyi, ya mulailah dengan bernyanyi. Burung “yang itu” pagi-pagi sudah berkicau. Jadi, mengapa  “burung” yang di dalam jiwa ini tidak ikutan nyanyi?  🙂

Permalink 1 Komentar

“Burung”-ku pengen berkicau!

14 Januari, 2008 at 6:32 AM (Insight, Reflection, the secret)

Ini entry cuman copy-paste saja dari blog saya di situsnya para ABG dan mereka yang pengen punya banyak teman. Hehehe….sorry yach!

“Burung”-ku pengen berkicau!

Eh, jangan berpikiran ngeres dulu! Itu “burung” takasi tanda kutip bukan karena menunjuk sesuatu yang bikin pikiran jadi horor! Hehehe…yeeeee…kecele yeeee….

Padahal aku mau bilang kalau itu “burung” adalah sebuah analogi aja. Tahu kan apa artinya analogi? Bah, cari tahu dong di Wikipedia! Tapi kira-kira artinya “serupa tapi tak sama”. Lha, aku tuh pengen menyerupa-tapi-tak-sama-kan hidupku ini dengan burung di pagi hari. Burung di pagi hari selalu berkicau, kayaknya riang sekali. Kicauannya bisa menjadi pertanda datangnya fajar merekah. Kalau mata masih merem, males liat jam, mendengar kicauan mereka saja kita udah tahu kalau pagi sudah menjelang. Kalau gak bangun bangun juga, bisa malu ama mereka. (Sssst…yang ini boleh ngeres! Hihihi…: Emang sih ada “burung” yang lain yang bangun di pagi hari, sebelum yang punya bangun! STOP! ngeresnya cukup!)

Kicau burung di pagi hari pernah menggugah naluriku untuk ikut bergembira. Pagi hari harus bergembira! Rugi kalau tidak! Bisa-bisa seluruh hari sungut di wajah ini semakin tebal kalau keterusan. Maka I have to switch my joyness on! Awal hari hati ini harus di-setting sedemikian rupa supaya punya akses mulus ke dunia kegembiraan, dunia semangat, dunia syukur… I think, smiling is a power to do the best for today! Menurut konsep buku The Secret (Rhonda Byrne), apapun yang kita inginkan akan menjadi daya tarik bagi alam semesta ini untuk mewujudkannya. Sebaliknya, what we resist, persist! Apa yang kita tolak (dengan mengatakannya, bahkan cukup memikirkannya saja), justru itulah yang akan terjadi! Nah, lho! Makanya, buruan men-setting awal hari dengan smiley, ntar jiwa ini akan ikutan smiley!

Nah, sekarang tahu kan apa yang aku maksud dengan “Burung”-ku pengen berkicau? ***

Lha, entry itu adalah hasil dari melihat DVD (bajakan :)) The Secret beberapa waktu lalu. Yaaaah…sekedar sharing saja. 🙂 ***

Permalink 4 Komentar

“The Secret” – Book

15 November, 2007 at 8:37 AM (Commentary, Reflection, Spiritualitas, the secret) (, , , , )

What Is The Secret

Anda sudah baca bukunya Rhonda ByrneThe Secret“? Atau malah juga sudah menyimak edisinya dalam format DVD? Salah satu review mengenai buku itu bisa Anda baca dari tulisan Tim Challis.

Sejujurnya saya sendiri belum membacanya secara utuh buku itu! 🙂 Baru baca synopsisnya di situs resmi buku itu, tapi sudah pengen komentar! Aneh ya?

Ketika masuk ke kamar salah satu teman di tempat kostnya saya sempat melihat dan mengolak-alik buku berwarna cokla kemerahan dengan hiasan segel merah pada kovernya itu. Teman saya langsung bilang, “Itu buku dari yayangku. Kalau aku belum selesai membacanya, aku belum boleh menelepon dia! Hehehe….”

Jadi penasaran, apa sih gerangan keistimewaan buku edisi bahasa Indonesia yang diterbitkan Gramedia itu? It’s a book of reflection upon the law of attraction theory, or just another book of the new-age exploration’s euphoria? Saya belum berani menilai lebih jauh wong belum rampung membaca!

Tetapi pada intinya saya menyambut positif buku itu karena dia masuk ke wilayah ceruk self-improvement atau self-help book. Kategori ini mengulas lebih dalam mengenai “how to be more human“.

Menariknya kategori ini bagi saya terletak pada kenyataan bahwa manusia adalah makhluk yang tidak habis-habisnya menyediakan ide untuk dieksplorasi: afirmasi dari “kitab-suci” keagamaan tentang martabat manusia rupa-rupanya tidaklah mudah untuk ditelan dan di-“iman”-i begitu saja! Revelasi tentang “rahasia kehidupan” yang diungkap oleh para “leluhur” sejarah umat manusia di jaman dulu mungkin terasa terlalu “naif” atau simple untuk dimengerti. Bahasa orang di era (post-) modern rupa-rupanya memerlukan cara pembahasan yang sesuai dengan konteks jamannya, dan kadang-kadang terkesan kurang puas dengan pernyataan yang terlalu simple! Itulah manusia, makhluk yang belum selesai berevolusi!

Energi (positif dan negatif) menjadi kata kunci dalam buku ini. Manusia menjadi agen (agere – actus, Lat. = melakukan) perubahan yang mampu menyerap dan memancarkannya baik untuk dirinya sendiri maupun untuk semesta di sekitarnya. Sebagai agen yang mempunyai kehendak bebas manusia mampu mengelola energi-energi yang menyelimutinya, sekaligus diapun menerima efek balik dari energi-energi itu karena dia tidak mungkin terlepas dari konstelasi semesta ini. Buku ini, seperti buku-buku serupa, mendidik kesadaran mengenai hal ini: Mulailah berpikir positif, sugesti diri positif, bangunlah mindset positif dan bersyukur atas hidup ini apapun keadaannya.

“Kesuksesan” adalah goal dari pengelolaan energi-energi itu. Entahlah, bagaimana satu kata ini harus dimengerti secara “benar”. Bagaimana harus dikatakan untuk menggambarkan status “sukses sebagai manusia“? Sepertinya ada konsep tertentu di balik kata kesuksesan ini. Terbayang dalam pikiran saya bahwa ada tegangan antara takdir (fate) dengan pilihan bebas, sadar dan bertanggung jawab; sementara itu manusia juga telah mengenali adanya rahmat dan anugerah yang dia terima dari sononya atas keunggulan-keunggulan yang melekat pada martabatnya.

Siapakah sebenarnya manusia itu? Dan kapankah manusia menampakkan keluhurannya sebagai manusia?

As you learn The Secret, you will come to know how you can have, be, or do anything you want. You will come to know who you really are. You will come to know the true magnificence that awaits you in life.” – Rhonda Byrne.

Posting ini bukan promosi lho! Wong saya gak dapet duwit dari situs itu, hehe…  🙂

Permalink 21 Komentar

Uang, makhluk apakah kau ini?

1 November, 2007 at 10:48 AM (Insight, Intermeso, Reflection, the secret) (, , )

Alat pembayaran, namanya UANG!

UANG…..

Makhluk apakah kau ini?! Sehingga dicari setiap orang.. keberadaanmu dikhawatirkan kelangsungannya. Saldo rekening minim, dompet kempes, saku melompong…semuanya menganga menunggu kedatanganmu!

ATMSepertinya ada semacam jaminan yang kau janjikan untuk kelangsungan hidup ini: rasa aman, kecukupan, kebanggan, gengsi, kuasa, masa depan, kemurahan hati… semuanya seolah-olah kaulahap dengan egoisnya. Kau memonopoli pandangan orang akan hal-hal itu! Setting mental setiap orang terpaku padamu melampaui sejarah keberadaanmu sendiri. Kau telah mereduksi nilai-nilai itu sendiri sampai-sampai seolah-olah mustahil untuk membalikkannya kembali. Semua kau paksa untuk mengakui bahwa kaulah puncak setiap perjuangan. Pertaruhan nyawa, pergulatan otot memeras keringat dan panas kepala ini sulit untuk tak menyebut namamu dari deretan kata-kata kunci.

Uang dan Manusia.Kapankah kau ini akan menjadi titik balik yang ditinggalkan? Kapankah rantai belenggumu akan teretas? Kapankah orang akan merdeka dari jeratanmu?

Uang… kau betul-betul penyederhanaan kesepakatan yang meresap melebur dalam relung-relung vitalitas. Kau sungguh-sungguh penyederhanaan yang telah mampu mengunci setiap hati dan budi! Bahasa yang dimengerti oleh setiap bangsa di muka bumi ini!

Mengagumkan sekali…sekaligus mencemaskan!
Kegembiraan dan kesedihan…
Kedamaian dan kegundahan…
Senyum dan muka murung…
Persahabatan dan permusuhan…
Cinta dan kebencian…
Solidaritas dan egoisme…
Kemurahan hati dan memperkaya diri sendiri…
Nothing to loose dan anything to bind…
Legawa dan kemarahan…
Semua mampu kaukunci dalam sebutanmu, silih berganti!
Wajahmu ada di setiap bayangan cermin!

Sekali lagi…
Kapan kau akan menjadi titik balik yang tak lagi begitu diprioritaskan?
Kapankah nilai-nilai yang kau wakili kembali berpijar lebih terang?
Kapankah kau lepaskan kedokmu dan turun dari takhtamu untuk kembali ke kawanan sarana dan alat-alat? []

Permalink 2 Komentar