Tinggallah pilihan: bangkit atau mengeluh!

22 Mei, 2008 at 3:42 AM (Insight, Pijar Optimisme) (, , , , , , , , )

Heap of Hope

20 Mei 2008 adalah peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional Indonesia. Sore harinya semua stasiun televisi kita serentak menyiarkan secara langsung perayaan 100 tahun itu dari Gelora Bung Karno Senayan. Megah dan meriah, syarat dengan unjuk kekuatan, baik kekuatan budaya, militer, pendidikan, maupun kekuatan generasi muda. Sebegitulah upaya penyelenggara perayaan untuk mencoba membakar semangat kebangsaan kita. “Indonesia bisa!” menjadi seruan yang diharapkan masuk ke dalam lubuk karakter masyarakat bangsa ini untuk bangkit dari keterpurukan. ***

Mulai bulan Juni 2008 harga BBM akan dinaikkan sebesar 28,7% dari harga sekarang. Protes terhadap kebijakan pemerinatah ini merebak di mana-mana. Diskusi dan debat seputar itu juga tak kalah ramai terjadi di media massa. Berbagai kata kunci bermunculan menyusul kebijakan ini: harga minyak dunia yang semakin melambung, APBN membengkak, subsidi barang harus diganti dengan subsidi orang, BLT (Bantuan Langsung Tunai); beriring dengan itu pula: konversi minyak ke gas, upaya pemakaian sumber energi alternatif, … bla bla bla… ***

Paragraf pertama membikin hati berbinar. Sementara paragraf kedua memancing kening mengerut dan wajah bersungut! Keduanya menyimpan kekuatan yang bisa sama-sama dahsyat. Kekuatan untuk bangkit, dan kekuatan untuk mengeluh! Akhirnya tinggallah pilihan, pilih sikap yang mana! [skd]

Dinas Kebersihan

 

Keterangan gambar:
Gambar 1: “Heap of Hope” – Seorang pemulung berharap rejeki yang masih tercecer dari tumpukan sampah di pinggir Jl. Ir. Juanda Bekasi. Dia memberi arti terhadap sesuatu yang telah disingkirkan oleh orang lain. Entahlah, si pemulung itu “menerima” nasibnya ataukah sekarang ini sedang berjuang “melawan” nasibnya. – Foto diambil tgl. 26 April 2008.
Gambar 2: Dua orang petugas Dinas Kebersihan sedang mengambil sampah yang dikumpulkan di tengah jalan di Jl. Ir. Juanda Bekasi. Tubuh berkeringat dan berlepotan kotoran bau adalah resiko dari seorang petugas kebersihan. “Demi sebuah CITA-CITA akan KEBERSIHAN, menjadi KOTOR & BAU adalah RESIKO yang harus dihadapi.” – Foto diambil tgl. 26 April 2008.

2 Komentar

  1. sigid said,

    Bangkit yuk mas, jelas bangkit …
    Lama ndak blog walking niki mas:mrgreen:

  2. chodirin said,

    belum di update nih..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: