Tiang Penopang Doa

21 Februari, 2008 at 4:01 AM (Puisi) (, , , )

Semalam hujan begitu deras. Meski berlangsung sebentar-sebentar kayak orang beseren (Jw.= sebentar-sebentar kencing, tapi bukan anyang-anyangen), namun sempat membikin hati miris juga. Jadi ingat saudara-saudara di daerah rawan banjir… Biasanya, dengan iringan hujan seperti itu tidurku tambah pules. Tapi tidak semalam tadi. Jadilah aku ingat orek-orekan (maksudnya puisi) yang pernah aku tulis setahun yang lalu:

Temaram awan petang menjanjikan kegelapan
Setetes mutiara cair menggores kaca jendela
Goresan bening itu sekejap saja
Lalu meleleh turun ke dasar kaca
berbaur dengan riangnya dalam genangan

Riang gemuruh mutiara-mutiara itu
berlari-lari sambil bersorak-sorai
mengajak debu dedaunan berarak ke lembah
berderap seperti pasukan
berseragam coklat kehitaman
berkilat-kilat membelah senja

seorang perempuan berteriak
di ujung jalan yang hilang
suaranya terkunci kertakan gigi
dia ketakutan
tak mau diajak ke lembah

temaram petang menepati janjinya
kelam senja menghapus mata angin
menelan penjuru perempuan itu

mata si perempuan pindah ke tangan dan kaki
mukanya menengadah ke lubang langit
berharap cahaya

sebuah tiang menahan nyawanya
jantung perempuan itu melonjak kegirangan
saat ini masih mampu berdegup
menghitung waktu
akankah kenanganku terbungkus beku di sini?
tanya perempuan itu

malang sekali…
tiba-tiba…
degup jantungnya semakin kencang
menghitung ketakutan
merenda kekhawatiran
seribu gumpal dalam satu detakan
menghentak-hentak belahan dadanya
getarannya sampai ke ujung tiang

satu detak…
enam puluh detak…
tiga ribu enam ratus detak…
detak-detak berulang-ulang…
silih berganti…

beruntung sekali…
tiang itu hanya berdenging dibuatnya
detak-detak gundah itu terlontar ke angkasa
terserap mutiara-mutiara bening yang masih berjatuhan

kuat sekali tiang ini
pikirnya…
cukup kuat untuk bertambat sampai esok pagi

hatinya bersorak
semesta masih merengkuhnya
dalam kekuatan tiang penahan jiwa
menopang doa paling lama
yang pernah dia ingat

Kandar Ag., tanpa tanggal dan bulan, 2007

Akhirnya, tadi pagi aku bangun terlambat. Jam 08.28 baru nyampai kantor! ***🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: