Tempat paling “keren” untuk cari ide!

22 Oktober, 2007 at 8:14 AM (Anekdot) (, , , , , , , )

Pagi tadi di kamar mandi tiba-tiba saya tersenyum sendiri. Seperti biasa saya memulai “ritual” rutin dengan jongkok. Kayak ada yang mau keluar lewat “ujung” sana. Tetapi beberapa menit berselang hanya air kecil saja yang keluar, disertai hembusan angin dari lubang satunya. Hanya itu! Asyem!

Tetapi aku sabar menanti, sambil… ya jadilah posting ini!🙂

 

Public Toilets. Cari aja di situs FunPicMaksudnya cuma mau seperlunya saja di ruang kecil itu. Gara-gara kepala ini tiba-tiba diingatkan oleh saat-saat lain di kamar mandi, entah waktu buang air kecil, mandi, mencuci, “ngosek” KM, dan terlebih saat buang air besar seperti tadi pagi itu. Dan ini yang tiba-tiba membuat saya tersenyum: betapa ide-ide brilliant sering muncul justru pada saat berada di kamar mandi! Paling sering adalah ide-ide yang keluar selama jongkok!🙂

Saya penasaran, apakah hanya saya doang yang mengalami hal itu. Ternyata tidak! Ketika saya bertanya ke salah seorang teman, “Kamu setuju kalau kamar mandi itu sumber ide?” Dia langsung jawab, “Setuju banget! Karena di sanalah aku bisa apa adanya tanpa ditutup-tutupi. Jadinya ya… gitu deh! Ada pencerahan gitu…” Teman saya itu menganggap KM sebagai tempat “penyucian diri”! Hehehe… betul juga, saya pikir.

Sambil mandi, kadang-kadang saya bersiul-siul menyenandungkan lagu yang saat itu terlintas. Tetapi kadang nada-nadanya berubah, mengalir sendiri dan merangkai notasi baru dari lagu yang saya sendiri belum pernah kenal: saya mencipta lagu! Sayangnya, tak pernah nada-nada itu saya rekam. Dan ketika saya coba menranskripnya sesudah mandi, hilang nada-nada itu. Jadinya, lagu itu tak pernah ada sama sekali. Sayang… mungkin saya kurang berbakat menjadi pencipta lagu.

Notasi lagu di kamar mandi hanyalah sebagian saja dari segudang ide yang pernah berpendar di sana. Kadang pendaran itu begitu terang dan membekas lama dalam ingatan, namun kadang hanya sebentar saja dan segera hilang begitu “hajatan” itu selesai. Selanjutnya bagaimana pengaruh si ide-ide itu, tergantung pada orangnya:

🙂 Bayangkanlah dia seorang penulis puisi, cerpen, novel, atau penulis skenario film (bahkan mungkin skenario terror, jangan ah!)!

🙂 Bayangkan seandainya dia seorang politikus, anggota DPR-MPR, pemimpin partai, atau politikus tingkat kabupaten, kecamatan, kelurahan atau kampung. Bayangkan pula dia seorang wapres atau presiden!

🙂 Bayangkan dia seorang pengamat budaya, pengamat politik, pengamat linkungan, dosen, motivator, trainer, pemikir, filusuf, teolog, da’i, pastor, pendeta, dramawan, aktor, penari …

🙂 Jangan lupa pula bayangkan dia pengusaha pupuk, tukang sedot WC, petani, bakul jengkol, pemilik bank, pengusaha restoran, manager hotel, manager swalayan, pemilik pom bensin, juragan sabun, direktur LSM …

🙂 Jangan ketinggalan bayangkan seorang wartawan, dan blogger… (hehehe…)

🙂 dan Anda sendiri …

Saya kok jadi kepengen memperoleh gambaran, berapa prosen sumbangan pengaruh ide dari comfortable room itu dibanding dari “situs-situs” lain terhadap langkah seseorang mengambil keputusan untuk hidupnya, untuk karirnya, untuk perusahaannya, dan untuk hajat hidup orang banyak. Adakah yang punya info? (kasih tahu donk!)🙂

Lampu IdeBerapa pun prosentasenya, saya kok sangat yakin ada. Pernahkah Anda buang air besar atau mandi tanpa terbersit gagasan sedikit pun mengenai dunia Anda? Mungkin saja sih, karena memang ada orang yang berlama-lama di ruangan itu untuk merasakan kenikmatan anal atau genital semata (hehe… sorry!), atau sekedar memanjakan diri seperti ditawarkan oleh iklan sabun atau krim kecantikan di TV. (Nah lho, kamar mandi menjadi sumber ide iklan!)

Di WC, tauuuuk...!!Saya mau buka sedikit rahasia seorang teolog Katolik di negeri kita. Kebetulan beliau adalah dosen saya dulu waktu di Universitas Sanata Dharma Jogja. Namanya Dr. Tom Jacobs, SJ. Dalam satu kesempatan kuliah beliau meminta mahasiswanya untuk mengkritik buku Iman Katolik yang beliau susun. Dasar mahasiswa paling suka ngritik, ibarat gayung bersambut, mereka pun memberondong buku referensi umat Katolik itu dengan kritikan. Pada sesi tanggapan sang dosen, Romo Tom (begitu beliau akrab dipanggil) bertanya, “Kamu tahu nggak, di mana saya menyusun materi untuk buku itu?” Mosok pertanyaannya kayak gitu? Di ruang kerja? Perpustakaan? Ruang doa? Kapel? “Di WC tauuuk..!?” Kami semua terperanjat mendengar keterangan itu. “Jadi layak, bila ada kekurangan di sana sini,” beliau berkilah.

Busyet! Tapi masuk akal sekali toh? Jawaban itu sangat jujur dan tulus. Kami tertawa karena seakan disadarkan oleh satu fakta keseharian yang naif namun sangat momental: detik-detik berteologi di WC!

Ungkapan senada yang tidak kalah jujurnya disampaikan pula oleh dosen yang lain. Beliau adalah dosen teologi moral, yakni Dr. B. Kieser, SJ. Dengan sedikit bergurau dia pernah bertanya di depan kelas, Siapkan pantatmu!“Dengan apa sebetulnya kita berteologi?” Para mahasiswa berpikir keras: dengan iman? Dengan akal budi? Dengan hati? Dengan pengalaman keterlibatan? Sang dosen hanya bergeleng kepala, dan dengan mimik serius beliau memberikan jawaban yang benar-benar di luar dugaan, “Dengan pantat! Bokong-lah yang paling berjasa. Seorang teolog membaca, merenung, berpikir, terus menulis sambil duduk toh?! Jadi, awas! Pantatmu itu aset berteologi!” (hehe…yang terakhir sudah saya edit!)🙂

 

So, mari tersenyum dan mensyukuri saat-saat penuh anugerah di ruang kecil itu. Don’t miss it! Siapa tahu dari sanalah dunia Anda berubah. Dan jangan kecut, kalau akhirnya ketahuan bahwa kebijakan-kebijakan politis di negeri kita, bahkan di dunia ini, semula terlahir dari saat be’ol di WC dan kerja keras si pantat! ***🙂

8 Komentar

  1. annots said,

    Suasananya itu lho, yang bikin kita betah setiap pagi nongkrong berfikir disana…

  2. Martin said,

    di WC atau kamar mandi, tidak jarang aku menemukan keotentikan diriku. Aku bisa menjadi diriku yang sebenarnya. AKu juga heran kenapa justru di kamar mandi. Ada apa dengan kamar mandi? Ada penunggunya. he he he

  3. dadang said,

    KM merupakan kependekan dari Kamar Mandi. Selebihnya, bisa juga kependekan dari Kamar Meditasi.
    Betapa Tidak!! Seringkali buah-buah permenungan muncul dari situ. Tidak sekedar ber-aktivitas “duduk atau jongkok” di kamar keci itu, tetapi juga ber-produktivitas. “Merengut” sambil merenung. Nah, hasil alias produksinya berupa buah-buah renungan-pikiran.
    Akhirnya, KM pun bisa menjadi “Kamar Melegakan” lahir batin…

  4. Jarwo said,

    KM/toilet/WC bukan hanya tempat keren untuk memperoleh inspirasi. Ia adalah tempat “balancing” (kalau tulisannya betul). Maksudnya adalah tempat penyeimbang, penyelaras, tempat pendamaian. Di tempat itulah setiap orang berdamai dengan dirinya sendiri (awal berdamai dengan sesama). Betapa tidak! di tempat itu sesuatu yang dibuang diterima, sesuatu yang dimuntahkah dimasukkan, sesuatu yang tak enak (bau) tetap diserap (dihirup) tanpa makian. Di tempat itulah tempat berbagi yang sesungguhnya: bahwa ssegala sesuatu yang diterima harus diserahkan, yang dimasukkan dikeluarkan, yang dicari dibuang, yang disimpan dikeluarkan…… aktivitas di tempat itu adalah aktivitas kesehatan, aktivitas penyeimbangan, aktivitas harmonisasi. Untuk orang yang menyebut diri beriman, kebetuhunan berdoa senada dengan kebutuhan “buang hajat” (berdoa= berdermaatau tindakan “baik” lainnya). Maka…… jangan ganggu orang yang sedang beraktivitas di tempat tersebut. Mengganggu aktivitas di ruang tersebut sama dengan menggangu orang “beribadah”. Mrngganggu orang “beribadah” sama dengan mengganggu orang BH (buang hajat) …..setelah punya hajat. maka mengganggu orang buang hajat adalah tindaakan jahat. Mengganggu HAM, gitu lo…..

  5. Agatho said,

    Mo…kenapa apa-apa yg kecil seringkali malah menjadi inspirator dr sesuatu yg besar.. alat kita…kamar kecil kita…dan hampir semua yg ada dlm diri kita yg kecil (bahkan kadang dipandang tabu) ternyata membawa inspirasi yang membuahkan sesuatu yg besar. Barang kita yg kecil ternyata itu merupakan sumber energi yg besar (spirit…dll bahkan dijadikanNya sbg tool untuk brprokreasi..bersama Allah)…Kamar Kecil…saya juga sering mendapatkan ide yg besar (sesuatu yg frontal)dr ruang itu..yuk sekarang (berdasarkan ide Kang Kandar) semakin lebih niteni dan perhatian dg yg kecil-kecil supaya mendapatkan yg besar…

  6. dion said,

    adekku pernah sampe ketiduran loh, sambil duduk gitu….
    hahahahahaa:mrgreen:

  7. tuba said,

    kamar mandi merupakan tempat yang tenang untuk belajar.ketika belajar dikamar mandi perasaa tenang sehingga menemukan ide ide yang cemerlang,aneh.

  8. Kandar Ag. said,

    Hehehe… ternyata betul… itulah tempat paling keramat sekaligus mengasyikkan!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: