Sepatah Ranting Kering (2) – Puisi Peziarah

18 September, 2007 at 1:26 PM (Cinta, Insight, Peziarahan, Puisi, Reflection, Spiritualitas)

Pukul delapan
hari Jumat
tanggal dua belas
bulan ketujuh
tahun kedua kesendirianku
sepatah ranting kering
lama terselip di mejaku
merana berselimutkan debu
Kutatap kau penuh ragu

Ranting PeziarahJangan, jangan kau merana lagi!
Tidak, aku tidak ragu lagi!

Baiklah kuseka kau dengan kasihku
Aku tersenyum
Kilat keringat doaku yang dulu
masih berkilau di wajahmu

Kuselipkan lagi kau di sela jari-jemariku
Mari temani aku berziarah lagi
menghias waktu menabur doa
merangkum kalbu memungut rahmat
menghadap Bunda
yang kurindu begitu lama
Bukankah dalam patahan keringmu
kausimpan kata-kata doa kepadanya?

Jangan, jangan kau merana lagi!
Tidak, aku tidak ragu lagi!

Mari kita mulai lagi perjalanan ini
Tidakkan kaulihat Bunda
dan dia yang kucinta
menunggu kita di depan sana
dengan harap-harap cemas?

Sandal PeziarahTahukah kau, wahai ranting keringku?
Di kilatmu terpantul wajahnya
untuk siapa kita berdoa
Di kilatmu terpantul wajah mereka
yang menaruh hati pada kisah cinta ini

Mari kita berdoa untuk semua
Semoga karena kisah ini
mereka terberkati
terlebih dia yang kukasihi
kepada siapa nanti kan kuberi
sebagai penghormatanku
di puncak perjalanan ini
dirimu yang rapuh dan kering
namun berkilat
oleh keringat doa peziarah

Wahai ranting keringku
aku akan selalu rindu
berziarah bersamamu

Kandar Ag. – Mlati, 24-27 Juli 2002

Natural-Wisdom

2 Komentar

  1. nesia said,

    Wah… wah… Bisa berpanjang lebar membahas kentut, tp bisa jg jadi begitu puitik bicara tentang sebuah ranting kering.
    Hebat! Semua bisa jadi kabar baik!

  2. artja said,

    puisinya bikin takjub. salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: