Happy fasting, brothers and sisters!

14 September, 2007 at 5:59 AM (Bencana, Bengkulu, Blogroll, Gempa, Insight, Puasa, Reflection)

Berita-berita seputar bencana gempa di Bengkulu, Jambi dan sekitarnya yang getarannya sampai ke benua Asia terus ditayangkan di televisi swasta nasional. Saya belum sempat mengecek bagaimana pemberitaan di luar negeri. Berapa persis jumlah korban meninggal, hilang, dan luka-luka, serta berapa total kerugian fisik akibat gempa masih belum pasti. Kita masih menunggu…

Bantuan-bantuan sudah mulai mengalir. Pundi amal, uluran kasih dan pos-pos darurat untuk pertolongan secara spontan diadakan di sana-sini. Hanya saja saya belum melihat aktivitas sosial semacam itu se-“heboh” dulu ketika terjadi bencana tsunami di Nangroe Aceh Darusalam dan ketika bencana gempa yang meluluhlantakkan Bantul Jogja dan sebagian Jateng bagian selatan …

Jujur saya katakan, saya mempunyai sedikit ganjalan seputar rasa empati kemanusiaan kita terhadap bencana-bencana pasca tsunami di Aceh. Angka korban meninggal dan hilang yang mencapai 5 digit, disertai rekaman audio-visual yang sempat tertangkap kamera wartawan maupun perseorangan pada saat bencana terjadi, dan ditayangkan selama berbulan-bulan, betul-betul telah membekaskan a peak-experience of traumatic disaster! Korban tsunami Aceh selama ini tiada tandingan dalam hal pengaruh psikologis terhadap bangsa kita. Ketika mendengar berita tentang jumlah korban jiwa dari bencana-bencana sesudah itu, hati ini seakan telah “mati rasa”! “Ah…belum seberapanya dibanding korban tsunami Aceh!” Angka lebih berbicara dibanding korban di balik angka itu sendiri! Betulkah demikian kenyataannya?

Semoga tidak!

Semoga kecenderungan berpikir komparatif-kuantitatif dalam menanggapi korban apa pun hanya berlaku sebagai catatan kaki saja, bukan yang utama. Selebihnya semoga empati kemanusiaanlah yang menjadi leading supaya wujud solidaritas yang diungkapkan menjadi sungguh-sungguh powerful.

Bencana gempa di Bengkulu dan sekitarnya bisa sangat momental. Pasalnya, peristiwa itu bertepatan dengan hari ketika umat Muslim mengawali bulan Ramadhan, bulan  yang diyakini membawa berkah dan nikmat ilahi berlimpah. Dan peristiwa bencana yang dialami saudara-saudara di sana menjadi konteks yang sangat relevan untuk menjadi “agenda” peribadatan di bulan puasa tahun ini.

Sungguh, jika ingin ibadat puasa ini benar-benar membawa berkah ilahi, puasa semestinya bukan hanya sekedar hitungan berapa hari “sukses” tidak makan-minum di siang hari, atau berapa hari “batal”, atau sekedar hitungan berapa hari ikut tarawih dan berapa hari tidak. Kegiatan ibadah puasa mestinya juga lebih daripada sekedar menjalankan tips-tips menjaga kesehatan dan kebugaran selama berpuasa. Ibadah puasa terlalu bernilai jika hati kita habis untuk perkara-perkara supervisial seperti itu, sementara saudara-saudara kita di Bengkulu dan sekitarnya mengalami puasa benar-benar sebagai kenyataan konkret multidimensi: kemanusiaan dan keagamaan, padu tak terpisahkan! Inilah momentum untuk menggetarkan dawai keinsanan dan keimanan secara serentak dalam soliraritas.

Saya bukanlah orang Muslim. Namun perkenankanlah saya mengucapkan, “Selamat menunaikan ibadah puasa kepada Anda saudara-saudariku umat Muslim di seluruh dunia.” Dimensi keinsanan saya menggarisbawahi ucapan ini. Untuk saudara-saudariku di Bengkulu dan korban bencana-bencana lainnya, bersyukurlah karena diperkenankan mengalami kekayaan berkah ibadah puasa yang lebih konkret.

Doa saya untuk Anda semua.

Happy fasting!

Kandar Ag.

Beautify The World

3 Komentar

  1. nesia said,

    Wah, langsung produktif nih, Pak. Biar otak rada lemot, sy jg keranjingan dengan spiritualitas di blog saya, Pak.
    Semoga bisa saling memperkaya.

    Kalo bisa usul, utk komen agak dipermudah gitu syaratnya Pak, jadi ngga usah mesti login di WP gitu. Cm usul siy…

    Salam.

  2. dwihandyn said,

    Sampai hari ini, di Tw jg masih menyiarkan berita tentang gempa di Bengkulu.

  3. Everything Bali said,

    Happy Fasting for all Muslims in the universe. Allahu Akbar!

    Warm greeting from Bali island o_0

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: