Penciptaan~Pergulatan – Puisi Peziarah Cinta
Tak kusangka
cinta telah mengajakku bergulat
bertengkar dan berargumentasi
Karena cinta, terjadilah pertengkaran:
antara rasa dan pikir
antara membela dan mengkritik
antara tabu dan ingin tahu
antara ingin terikat dan ingin bebas
antara menerima dan menolak
antara lingkup pribadi dan lingkup massa
antara ke-sendiri-an dan ke-bersama-an
antara yang subyektif dan yang obyektif
antara suaraku dan suara mereka
antara yang membuat gelisah dan yang membuat damai
antara hakikat manusia dan atribut status
antara kodrat dan tradisi
(Betapa berat kedua-duanya
Aku sampai tidak tahu:
Hati nurani berpihak kepada siapa?
Jangan-jangan – ini yang kutakutkan:
Hati nurani mati!
Apakah ini kerugianku
bahwa aku sampai tidak tahu?
Apakah egoismeku mematikan hati nuraniku?
Sangat menyedihkan bila cinta itu egois!)
Cinta itu benih pertengkaran
tentang yang membuat malu dan yang membuat bangga
tentang dosa dan rahmat
tentang makian dan sanjungan
tentang setan penggoda dan malaikat peneguh
tentang apa-siapa yang harus dibela
tentang untuk apa harus dibela
tentang bagaimana harus membela
Aku seperti diadu!
Aku kadang diam tegang karena menunggu
kadang garang karena merasa berkuasa
kadang majenun karena tak dihirau lawan
kadang puas karena lawan berdamai
kadang tersenyum tertawa karena kucing-kucingan
kadang tergeletak lemas kelelahan
kadang putus asa karena kalah
kadang bangkit karena seberkas harapan
kadang menangis kesakitan
kadang gembira karena Dia di pihakku
kadang sedih karena Dia di pihak lawanku
Mungkin kau bertanya:
Apa yang kaudapat dari pertengkaran itu?
Apa jadinya kau nanti setelah pergulatan itu?
Kapankah akan selesai pertempuran ini?
Aku tetap ingin mengatakan:
Bukan kesia-siaan!
meski mungkin aku akan lelah
tetapi aku tetap berpengharapan
akan damai dan bahagia di hatiku
setelah pertempuran ini
Selesailah pertempuran bila sudah tiba saatnya
yakni bila aku sudah tidak berdaya lagi
bila sudah tidak ada ruang dan waktu lagi
bahkan untuk tersudut sekalipun
untuk sekedar membela cinta di pojok hatiku
Selesailah bila cintaku terwujud
bila cinta kita
mengagungkanmu dan mengagungkanku
Kau mungkin menilaiku keras kepala
dan membuat repot diri sendiri
Sebetulnya aku pun tidak serba nyaman
dengan sikapku itu
Tetapi aku tetap akan gelisah
bila tidak keras kepala karena cinta
Sebab aku yakin:
Begitu cinta itu mati
Penciptaan diriku berhenti
Aku hanya berharap:
Oleh pertengkaran dan pergulatan itu
diriku tercipta semakin indah berbentuk
cintaku menjadi bernilai
dan aku semakin menghormatimu
Kandar Ag. – Mlati, 28 Juni 2002









meiy berkata,
27 September, 2007 pada 8:40 am
wah puisinya dalam
kalau cinta berhenti kita mati?
makasih ya sudah komen di blog puisiku, salam kenal!
http://putirenobaiak.ebloggy.com/
fajar berkata,
2 Agustus, 2008 pada 3:32 pm
wow, wew n wuihh… ueddan, salut..!! gila bagus bgt, hehee.. admin, blh y dicontek dikit spenggal kata2′a, pliss… yah yah yahh.. mksh
Kandar Ag. berkata,
4 Agustus, 2008 pada 1:59 am
@ meiy:
Hehehe… ya kira-kira begitulah penafsiranku, Mbak.
Tanggalkan cinta dari kamus hidup! trusss… apa yang terjadi?
@ fajar:
Boleh…boleh… silakan, dengan senang hati…
BTW tengkyu udah mampir di sini.
God bless you and family!
wisnu berkata,
26 Oktober, 2008 pada 8:49 pm
wew salut gw m lo, gw mo nyontek yo, hehehehe, dikit ^_^V
Kandar Ag. berkata,
27 Oktober, 2008 pada 2:49 am
@wisnu:
Silakan… dengan senang hati. Semoga diberkati dalam cinta! Hehehe…
kee berkata,
27 Januari, 2009 pada 2:06 pm
uhuy… cinta nich ye……..
Kandar Ag. berkata,
28 Januari, 2009 pada 1:57 am
Uhuy… Mbak Yukee datang ke sini! Dari Hongkong lagi, hehehe… moga-moga seneng baca puisiku yang puanjiiiing itu.
Khot A. Bin berkata,
2 Februari, 2009 pada 5:22 am
buat gue, cinta itu indah asal kita tau gimana cara kita mengekspresikan cinta itu bukan dengan cara yng salah.
asep mulyadi berkata,
8 Maret, 2009 pada 9:34 pm
wakakakk
)…..kaga ikut ikutan dah !!=))
Master berkata,
9 April, 2009 pada 12:17 am
Berdamai karena cinta…
Berantem?
Expressi cinta kah?
Sptnya, hanya Apologia…
Puisinya menarik… ^_^
icha berkata,
15 Juni, 2009 pada 4:07 am
nas, kata2 ny bagus bgd..
d pinjem yaa ..
makasii ^^
Kandar Ag. berkata,
20 Juni, 2009 pada 3:41 pm
@icha: boleeeeeh…. silakan…. moga2 seneng…